-->

Rabu, 12 Oktober 2011

Pertemuan 4

>Menejemen hardiks 
Secara umum partisi harddisk ialah proses memberi bagian atau memecah ruang harddisk yang tersedia menjadi beberapa bagian. Contoh, jika kita mempunyai harddisk sebesar 40 GB yang belum di partisi, maka jika kita membuka windows explorer maka akan terbaca sebagai Local Disk © namun terkadang kita melihat di komputer lain dengan besar harddisk yang sama tetapi terbaca 2 bagian yaitu Local Disk © dan Local Disk (D) , inilah yang dimaksud harddisk di partisi menjadi 2 bagian yang besarnya masing-masing bagian itu bisa kita sesuaikan.
Contoh :Membuatnya dengan bantuan software Partition Magic keluaran PowerQuest(R). Di sini saya mengambil contoh denganmenggunakan Partition Magic Pro 8.0. Jika anda belum memiliki software ini, searching aja di Google, OK
Setelah anda memiliki software tersebut, silahkan install terlebih dahulu,
Cara menginstall Partition Magic Pro 8.0 :
1. Buka folder Partition Magic Pro 8.0, silahkan anda cari file Setup.exe

2. Tunggu sampai proses persiapan installasi selesai
3. Setelah proses persiapan selesai, maka akan tampil window PartitionMagic 8.0 Setup. Silahkan pilih Next
4. Isikan User Name, Company Name dan Serial Number yang anda miliki ( Untuk user name dan company name bebas ), kemudian pilih Next
5. Setelah itu pilih Yes untuk memberi persetujuan terhadap Licence Agreement yang tampil.
6. Kemudian pilih Next ( 3 kali ) sampai proses installasi berjalan secara automatis
7. Setelah proses installasi selesai, maka akan ditanyakan apakah anda ingin membuat Rescue Disket ? untuk contoh ini kita abaikan saja penawaran itu dengan memilih No
8. Buanglah 2 kotak yang ter-ceklist / tercentang pada window yang tampil, lalu pilih Finish
Sekarang komputer anda telah terinstall PartitionMagic 8.0, untuk langkah selanjutnya mari kita membuat partisi harddisk dengan bantuan software tersebut.
Cara membuat partisi harddisk :
1. Silahkan anda aktifkan software PartitionMagic 8.0

2. Setelah tampil window PartitionMagic 8.0, klik nama harddisk anda ( Disk 1 ) pada bagian sebelah kanan atas window PartitionMagic 8.0
3. Pada bagian pick a task… ( lihat sebelah kiri atas window PartitionMagic 8.0 ) pilih Create an new partition
4. Silahkan pilih Next untuk melanjutkan
5. Pilih harddisk yang akan kita paritisi, lalu Next
6. Kemudian silahkan pilih lokasi partisi, untuk contoh ini silahkan pilih After C: (Recommended)
7. Sekarang tentukanlah besarnya partisi yang diinginkan di bagian size dengan berpedoman pada informasi di sebelah kanan kotak tersebut ( Maximum Size & Minimum Size ), setelah itu pilih Next
8. Setelah kita menentukan besarnya partisi, maka akan ditampilkan perkiraan partisi harddisk sesuai data yang anda masukkan tadi. Jika sudah yakin dengan besarnya partisi harddisk anda silahkan pilih Finish

9. Sekarang silahkan anda klik tombol Apply yang ada di bagian kiri bawah window PartitionMagic 8.0
10. Jika tampil window konfirmasi, silahkan anda pilih Yes atau OK, untuk memulai proses mempartisi harddisk
Setelah 10 langkah di atas anda jalankan maka windows akan restarts untuk memulai proses mempartisi harddisk anda, silahkan anda tunggu proses tersebut hingga selesai.
Note : Jangan menekan tombol apapun setelah komputer anda restart, untuk menghindari gagalnya proses partisi tersebut.

Rabu, 05 Oktober 2011

Pertemuaan 3

>Set-Associative

- cache dibagi kedalam beberapa jumlah set

- tiap set memiliki beberapa jumlah block

block main memory dipetakan ke dalam set di cache dengan rumus

s = i mod S

S = jumlah set yang diinginkan ada di cache

i = jumlah block main memory


s = jumlah set yang ada berdasarkan i

prosesor meminta data ke cache dengan format

———————————————————

Tag            |                                      set                                         | word


———————————————————

- Set digunakan untuk memberikan identitas unik ke set yang di cache yang menampung block yang diminta oleh prosesor.

- Tag digunakan untuk memberikan identitas unik dari block yang diminta berdasarkan set yang ditentukan.

- Word digunakan untuk memberikan identitas pada elemen (word) dalam block yang diminta oleh prosesor.

Untuk mencari nilai field

Word = log2 B, B adalah ukuran blok dalam satuan word

Set = log2 S, S adalah jumlah set dalam cache

Catatan :

Harus diingat, total jumlah bit yang dihitung berdasarkan 3 rumus diatas harus di tambah ke dalam panjang alamat main memory. Bisa digunakan untuk mengecek kesalahan dalam perhitungan kita.


Intinya di sini!!!!

Contoh soal :

Hitung 3 paramater ( word, set, dan tag ) untuk system memori dengan spesifikasi :

- ukuran main memory = 128 MB

- ukuran dari cache = 256 KB

- ukuran block cache = 16 B

diasumsikan menggunakan set-associative mapping dengan 4 block per set nya.

S =

- word = log¬¬2 B = log¬¬2 16 = log¬¬2 24 = 4 bits


- set = log¬¬2 64K = 16 bits

- tag = 28 – ( 4 + 16 ) = 8 bit

- bit untuk ram = log2 128MB = 28 bit

Berdasarkan data di atas, sekarang membuat ilustrasi dalam memory.

- Gunakan set ( 16 bits ) untuk menentukan ( secara langsung ) ke set yang di tuju ( salah satu dari 32 set yang ada ).

Main memory address

Tag        Set           Word


8          16              4


> Direct

DMA ialah sebuah prosesor khusus (special purpose processor) yang berguna untuk menghindari pembebanan CPU utama oleh program I/O (PIO). Untuk memulai sebuah transfer DMA, host akan menuliskan sebuah DMA command block yang berisi pointer yang menunjuk ke sumber transfer, pointer yang menunjuk ke tujuan transfer, dan jumlah byte yang ditransfer, ke memori. CPU kemudian menuliskan alamat command block ini ke pengendali DMA, sehingga pengendali DMA dapat kemudian mengoperasikan bus memori secara langsung dengan menempatkan alamatalamat pada bus tersebut untuk melakukan transfer tanpa bantuan CPU.
Tiga langkah dalam transfer DMA:
1. Prosesor menyiapkan DMA transfer dengan menyedia kan data-data dari perangkat, operasi yang akan ditampilkan, alamat memori yang menjadi sumber dan tujuan data, dan banyaknya byte yang ditransfer.
2. Pengendali DMA memulai operasi (menyiapkan bus, menyediakan alamat, menulis dan membaca data), sampai seluruh blok sudah di transfer.
3. Pengendali DMA meng-interupsi prosesor, dimana selanjutnya akan ditentukan tindakan berikutnya.
Pada dasarnya, DMA mempunyai dua metode yang berbeda dalam mentransfer data. Metode yang pertama ialah metode yang sangat baku dan sederhana disebut HALT, atau Burst Mode DMA, karena pengendali DMA memegang kontrol dari sistem bus dan mentransfer semua blok data ke atau dari memori pada single burst. Selagi transfer masih
dalam prosres, sistem mikroprosessor diset idle, tidak melakukan instruksi operasi untuk menjaga internal register. Tipe operasi DMA seperti ini ada pada kebanyakan komputer.
Metode yang kedua, mengikutsertakan pengendali DMA untuk memegang kontrol dari sistem bus untuk jangka waktu yang lebih pendek pada periode dimana mikroprosessor sibuk dengan operasi internal dan tidak membutuhkan akses ke sistem bus. Metode DMA ini disebut cycle stealing mode. Cycle stealing DMA lebih kompleks untuk diimplementasikan
dibandingkan HALT DMA, karena pengendali DMA harus mempunyai kepintaran




   Associative Access
  Setiap word dapat dicari berdasarkan pada isinya dan bukan berdasarkan alamatnya.
      Seperti pada RAM, setiap lokasi memiliki mekanisme pengalamatannya sendiri.

Rabu, 28 September 2011

Pertemuan 2

Branch Prediction

Cabang Prediksi
Sebelumnya: Pipelining Next: Superscalar
Untuk membuat pipelining bekerja secara efisien, perlu untuk menjaga semua tahapan penuh. Namun, ada masalah setiap kali instruksi ditemui yang mengubah aliran sekuensial kontrol dalam program. Jika laporan, laporan loop, dan laporan prosedur menyebabkan masalah dengan pipa. Perhatikan kode berikut,

if (x> 0) {a = 0;
b = 1;
c 2 =;
}
d 3 =;

Siklus Ambil Decode Jalankan Simpan
1 if (x> 0)
2 a 0 = jika (x> 0)
3 b = 1 a = 0 jika (x> 0)
4 c = 2 b = 1 a = 0 jika (x> 0)
5 c = 2 b = 1 a = 0
6 c = 2 b = 1
7 c = 2
Jika x lebih besar dari 0, maka instruksi di dalam pipa benar, karena tubuh jika pernyataan akan mendapatkan dieksekusi.
Siklus Ambil Decode Jalankan Simpan
1 if (x> 0)
2 a 0 = jika (x> 0)
3 b = 1 a = 0 jika (x> 0)
4 d = 3 b = 1 squash squash a = 0 jika (x> 0)
5 d = 3 b = 1 squash squash a = 0
6 d = 3 b = 1 squash
7 d = 3
Namun, jika x kurang dari atau sama dengan 0, maka tubuh jika tidak akan dieksekusi. Dalam hal ini, instruksi berikutnya dalam pipa harus d = 3, dan petunjuk yang melibatkan a, b, dan c tidak boleh di dalam pipa. Dalam hal ini, akan diperlukan untuk membatalkan efffects bahwa instruksi telah tentang keadaan prosesor, dan untuk menghapus instruksi dari pipa. Ini dikenal sebagai squashing instruksi. Dengan asumsi bahwa ini bisa dilakukan, maka instruksi d = 3 akan diambil pada awal siklus 4, pada saat hasil perbandingan x> 0 dikenal. Dalam kasus ini, pipa kurang efisien, karena beberapa tahapan yang tidak digunakan untuk menjalankan instruksi yang valid. Ini akan mengambil 7 siklus untuk menyelesaikan dua petunjuk.
Siklus Ambil Decode Jalankan Simpan
1 if (x> 0)
2 d = 3 if (x> 0)
3 d = 3 if (x> 0)
4 d = 3 if (x> 0)
5 d = 3

Jika hal itu mungkin untuk melihat ke masa depan, dan untuk mengetahui apa hasil perbandingan akan, maka akan mungkin untuk menjaga pipa penuh. Misalnya, jika hal itu diketahui terlebih dahulu bahwa hasil perbandingan akan salah, maka komputer bisa memuat instruksi d = 3 bukan instruksi a = 0. Jika ini terjadi, maka kedua instruksi akan mengambil hanya 5 siklus.
Ini adalah ide di balik prediksi cabang. Cobalah untuk menebak depan waktu yang cara instruksi cabang akan pergi. Jika menebak benar, maka pipa akan tetap penuh. Jika salah menebak, maka squashing beberapa akan terjadi dan pipa akan kurang efisien. Hal ini mungkin untuk mendapatkan 90% dari tebakan yang benar menggunakan prediksi cabang.


> DAta flow analysis 
  adalah suatu diagram yang menggunakan notasi-notasi untuk menggambarkan arus dari data sistem, yang penggunaannya sangat membantu untuk memahami sistem secara logika, tersruktur dan jelas. DFD merupakan alat bantu dalam menggambarkan atau menjelaskan sistem yang sedang berjalan logis.
Salah satu jenis dari arsitektur, dimana superscalar adalah sebuah uniprocessor yang dapat mengeksekusi dua atau lebih operasi scalar dalm bentuk paralel.
  
> SPACULATIVE EXECUTION
Merupakan salah satu rancangan untuk meningkatkan kecepatan CPU. Kebanyakan dari komputer saat ini menggunakan mekanisme superscalar ini. Standar pipeline yang digunakan adalah untuk pengolahan bilangan matematika integer (bilangan bulat, bilangan yang tidak memiliki pecahan), kebanyakan CPU juga memiliki kemampuan untuk pengolahan untuk data floating point (bilangan berkoma). Pipeline yang mengolah integer dapat juga digunakan untuk mengolah data bertipe floating point ini, namun untuk aplikasi tertentu, terutama untuk aplikasi keperluan ilmiah CPU yang memiliki kemampuan pengolahan floating point dapat meningkatkan kecepatan prosesnya secara dramatis.
Peristiwa menarik yang bisa dilakukan dengan metoda superscalar ini adalah dalam hal memperkirakan pencabangan instruksi (brach prediction) serta perkiraan eksekusi perintah (speculative execution). Peristiwa ini sangat menguntungkan buat program yang membutuhkan pencabangan dari kelompok intruksi yang dijalankankannya.

Program yang terdiri dari kelompok perintah bercabang ini sering digunakan dalam pemrograman. Contohnya dalam menentukan aktifitas yang dilakukan oleh suatu sistem berdasarkan umur seseorang yang sedang diolahnya, katakanlah jika umur yang bersangkutan lebih dari 18 tahun, maka akan diberlakukan instruksi yang berhubungan dengan umur tersebut, anggaplah seseorang tersebut dianggap telah dewasa, sedangkan untuk kondisi lainnya dianggap belum dewasa. Tentu perlakuannya akan dibedakan sesuai dengan sistem yang sedang dijalankan.




Lalu apa yang dilakukan oleh CPU untuk hal ini? Komputer akan membandingkan nilai umur data yang diperolehnya dengan 18 tahun sehingga komputer dapat menentukan langkah dan sikap yang harus diambilnya berdasarkan hasil perbandingan tersebut. Sikap yang diambil tentu akan diambil berdasarkan pencabangan yang ada.

Pada CPU yang mendukung perintah pencabangan ini, CPU membutuhkan lumayan banyak clock cycle, mengingat CPU menempatkan semuanya pada pipeline dan menemukan perintah berikutnya yang akan dieksekusinya. Sirkuit untuk branch prediction melakukan pekerjaan ini bekerja sama dengan pipeline, yang dilakukan sebelum proses di ALU dilaksanakan, dan memperkirakan hasil dari pencabangan tersebut.

Jika CPU berfikir bahwa branch akan menuju suatu cabang, biasanya berdasarkan pekerjaan sebelumnya, maka perintah berikutnya sudah dipersiapkan untuk dieksekusi berikut data-datanya, bahkan dengan adanya pipeline ini, bila tidak diperlukan suatu referensi dari instruksi terakhir, maka bisa dilaksanakan dengan segera, karena data dan instruksi yang dibutuhkan telah dipersiapkan sebelumnya.

Dalam hal speculative execution, artinya CPU akan menggunakan melakukan perhitungan pada pipeline yang berbeda berdasarkan kemungkinan yang diperkirakan oleh komputer. Jika kemungkinan yang dilakukan oleh komputer tepat, maka hasilnya sudah bisa diambil langsung dan tinggal melanjutkan perintah berikutnya, sedangkan jika kemungkinan yang diperkirakan oleh komputer tidak tepat, maka akan dilaksanakan kemungkinan lain sesuai dengan logika instruksi tersebut.

Teknik yang digunakan untuk pipeline dan superscalar ini bisa melaksanakan branch prediction dan speculative execution tentunya membutuhkan ekstra transistor yang tidak sedikit untuk hal tersebut.



Sebagai perbandingan, komputer yang membangkitkan pemrosesan pada PC pertama yang dikeluarkan oleh IBM pada mesin 8088 memiliki sekitar 29.000 transistor. Sedangkan pada mesin Pentium III, dengan teknologi superscalar dan superpipeline, mendukung branch prediction, speculative execution serta berbagai kemampuan lainnya memiliki sekitar 7,5 juta transistor. Beberapa CPU terkini lainnya seperti HP 8500 memiliki sekitar 140 juta transistor.

 

Kamis, 22 September 2011

Tugas pertemuan 1

Perbedaan Organisasi Komputer dengan Arsitektur Komputer

goenawanb.com. Kali ini kita akan membahas tentang apa sih Perbedaan Organisasi Komputer dengan Arsitektur Komputer.
Organisasi Komputer :
  • Bagian yang terkait erat dengan unit–unit operasional
  • Contoh: teknologi hardware, perangkat antarmuka, teknologi memori, sistem memori, dan sinyal–sinyal kontrol
Arsitektur Komputer :
  • atribut–atribut sistem komputer yang terkait dengan seorang programmer
  • Contoh: set instruksi, aritmetika yang digunakan, teknik pengalamatan, mekanisme I/O
Demikianlah Perbedaan Organisasi Komputer dengan Arsitektur Komputer. Semoga dapat bermanfaat.
tag : perbedaan organisasi komputer dan arsitektur komputer , perbedaan arsitektur komputer dan organisasi komputer , perbedaan organisasi dan arsitektur komputer , perbedaan organisasi komputer dengan arsitektur komputer , organisasi komputer dan arsitektur komputer , perbedaan arsitektur dan organisasi komputer , arsitektur komputer dan organisasi komputer , arsitektur komputer , arsitektur dan organisasi komputer , pengertian orkom

 

Design By:
SkinCorner